Apa Itu KPR Dan Bagaimana Cara Mendapatkannya

strategi KPR

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah adalah angin segar bagi masyarakat dengan ekonomi menengah agar lebih mudah untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. Developer atau pengembang biasanya bekerja sama dengan bank-bank tertentu agar masyarakat yang ingin membeli rumah dari developer lebih mudah mengurus KPRnya. Namun bagi Anda yang ingin membeli rumah maupun apartemen yang bukan dari developer, juga bisa mengajukan KPR sendiri ke bank. Bank akan meminjamkan uang kepada Anda dengan nilai hingga 90% dari nilai rumah, lalu secara berkala Anda harus membayar bank kembali berikut dengan bunganya.

Beberapa jenis KPR

Sebelum mengetahui bagaimana mengajukan KPR agar diterima oleh bank, ada baiknya Anda mengetahui beberapa jenis KPR yang disediakan oleh perbankan maupun housing financing di Inonesia:

  1. KPR subsidi

KPR bersubsidi ditujukan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah untuk mendapatkan hunian yang layak atau untuk merenovasi rumah. KPR ini dibatasi oleh syarat yang dibuktikan dengan bukti penghasilan dan maksimum kredit yang diberikan. Bunga KPR subsidi cenderung lebih rendah untuk meringankan beban pemohon kredit.

  1. KPR non-subsidi

KPR ini ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat dan biasanya untuk pengajuan rumah dan rumah susun. Suku bunga dan besar kredit ditentukan oleh bank yang bersangkutan meskipun sudah ada standarnya.

  1. KPR syariah

KPR ini tidak menggunakan konsep penetapan suku bunga namun menggunakan konsep jual beli (konsep akad Murabahah). KPR syariah biasanya digunakan untuk pengajuan rumah, ruko, rumah susun, atau apartemen.

Syarat pengajuan KPR

Masing-masing bank menetapkan persyaratan pengajuan KPR yang berbeda-beda sesuai dengan kebijakan sendiri-sendiri. Tingkat suku bunga dan besar kredit pada masing-masing bank juga bisa berbeda meski sudah ada standarnya. Beberapa bank memiliki kebijakan tingkat suku bunga yang lebih rendah dari suku bunga pasar untuk menarik nasabah mengajukan kredit. Meskipun berbeda-beda, namun pada umumnya syarat untuk mengajukan KPR adalah sebagai berikut:

  1. Usia pemohon tidak lebih dari 50 tahun
  2. Fotokopi KTP pemohon
  3. Akta nikah/cerai
  4. Kartu keluarga
  5. Dokumen kepemilikan agunan
  6. Slip gaji (laporan keuangan jika Anda wiraswasta)
  7. Surat keterangan dari tempat bekerja
  8. Buku rekening tabungan untuk dilihat kondisi keuangan 3 bulan terakhir

Tips agar KPR diterima bank

KPR BTN

Tidak semua pengajuan KPR akan diterima oleh bank. Bank akan melakukan inspeksi mengenai kondisi keuangan dan stabilitas perekonomian Anda sebelum membuat keputusan apakah akan menerima atau tidak. Sebagai langkah awal, pastikan Anda melengkapi dokumen yang disyaratkan oleh bank untuk mengajukan KPR, syarat dokumen yang sudah lengkap akan mempercepat proses bank untuk memutuskan permohonan KPR.

Bank akan melakukan inspeksi mengenai sumber penghasilan dan besar penghasilan Anda setiap bulan. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan bank bahwa Anda mampu untuk membayar kredit secara berkala dengan tingkat suku bunga yang telah ditentukan. Itulah guna slip gaji atau laporan keuangan yang ada pada dokumen Anda. Pastikan Anda tidak memiliki masalah keuangan dengan perbankan, karena jika ada masalah maka otomatis nama Anda akan di daftar hitam atau black list Bank Indonesia. Pemohon yang di-black list oleh BI akan sulit KPRnya disetujui.

Sebelum mengajukan KPR sebaiknya Anda melakukan penilaian sendiri terhadap kondisi keuangan keluarga. Besar kredit yang bank tetapkan sebaiknya tidak lebih dari 30% gaji Anda per bulan agar menghindari kredit macet. Selain itu kebijakan Bank Indonesia yang baru adalah bank tidak menanggung DP atau uang muka pembelian rumah. Maka dari itu biaya uang muka harus Anda masukkan dalam pertimbangan kondisi keuangan.